Al-Khelaifi Desak UEFA Selidiki Penjualan Aset Barcelona

PARIS, RADARSPORTS.ID – Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi menyebut metode penggalangan dana Barcelona tidak fair dan mengisyaratkan UEFA akan menyelidiki perilaku keuangan Blaugrana.

Meskipun menghadapi tingkat utang yang meningkat dan berjuang untuk memenuhi batas gaji yang ketat di LaLiga Santander, Barcelona menyelesaikan langkah besar untuk Robert Lewandowski, Jules Kounde dan Raphinha—serta menandatangani beberapa pemain agen bebas—selama jendela transfer baru-baru ini.

Barcelona menjual 25 persen hak media LaLiga Santander masa depan mereka, serta 49 persen saham dari perusahaan produksi in-house mereka Barca Studios, untuk mengumpulkan dana untuk aktivitas transfernya.

Baca juga: Prancis Bukan Kapal Karam

Presiden Barcelona Joan Laporta menyebut langkah-langkah itu sebagai ”pengungkit” ekonomi yang diaktifkan untuk meningkatkan skuad. Namun Nasser Al-Khelaifi meragukan legalitasnya.

”Apakah ini adil? Tidak, itu tidak adil,” katanya kepada Politico dilansir Livescore, Rabu, 28 September 2022. ”Apakah itu legal? Saya tidak yakin,” ujarnya.

”Jika mereka mengizinkannya, yang lain akan melakukan hal yang sama. UEFA tentu saja memiliki peraturan (keuangan) mereka sendiri. Yang pasti mereka akan melihat semuanya,” ucapnya.

Baca juga: Belanda Punya Pit Bull yang Terkam Bintang Lawan

Nasser Al-Khelaifi, yang juga merupakan anggota komite eksekutif UEFA dan menjabat sebagai ketua Asosiasi Klub Eropa, telah mengkritik Barcelona dalam beberapa kesempatan baru-baru ini.

Pekan lalu, Nasser Al-Khelaifi muncul untuk merujuk raksasa Catalan itu dalam pidatonya kepada perwakilan klub Eropa. ”Aturan keberlanjutan keuangan yang baru adalah perkembangan positif,” ujarnya.

Sandy AW

Editor in Chief