Barcelona 1 vs 1 Granada: Koeman Tegaskan Blaugrana Bukan Lagi Era Tiki-Taka

BARCELONA – Ronald Araujo mencetak gol di menit-menit akhir untuk menyelamatkan Barcelona dari kekalahan atas Granada yang berakhir 1-1 di LaLiga Santander di Camp Nou, Selasa (21/9/2021) dini hari WIB.

Ronald Koeman membuat beberapa perubahan pada starting XI-nya, termasuk menempatkan Alejandro Balde di pertahanan di bek kiri dan Yusuf Demir di depan dalam serangan. Sementara itu, bek tengah Gerard Pique diistirahatkan. Sedangkan Luuk de Jong, yang gagal tampil impresif dalam debutnya melawan Bayern, diturunkan ke bangku cadangan.

Kursi baru saja dihangatkan oleh para pendukung di dalam Camp Nou ketika Granada memimpin lebih dulu melalui sundulan Domingos Duarte yang mengonversi umpan silang dari Sergi Escudero pada menit kedua.

Kemudian, hampir satu detik bagi tim tamu Andalusia ketika Jorge Molina menyambungkan umpan silang dari Darwin Machis. Namun tendangan voli striker veteran itu melewati mistar gawang.

Barcelona sangat membutuhkan sesuatu yang positif dan Sergi Roberto nyaris mencetak gol dengan tembakan yang membentur mistar gawang lainnya setelah pertahanan Granada gagal membersihkan tendangan sudut.

Koeman kemudian dipaksa melakukan perubahan pertamanya ketika Balde berhenti karena cedera punggung dan digantikan oleh Oscar Mingueza hanya beberapa menit sebelum turun minum.

Barcelona terus berusaha keras dan Araujo tidak beruntung karena tidak menyamakan kedudukan, setelah sundulannya dapat diselamatkan dengan baik oleh kiper Granada Luis Maximiano.

Pergantian kedua tuan rumah dilakukan saat turun minum, saat Luuk de Jong masuk menggantikan Sergi Roberto.

Peluang terbaik Barcelona datang dengan cara yang tidak biasa, melalui bola mati, dengan sundulan Araujo masih melebar di awal babak kedua.

Pada menit ke-60, Pablo Gavira masuk ke dalam kepanikan, menggantikan Philippe Coutinho, diikuti kemudian oleh dua perubahan terakhir dengan Riqui Puig melihat aksi pertamanya musim ini menggantikan Sergio Busquets dan Pique dalam peran menyerang untuk Demir.

Granada sekarang dipatok kembali di area mereka sendiri. Mereka mendapat tekanan besar di penghujung waktu ketika Luuk de Jong gagal memaksimalkan sundulan tanpa pengawalan dari jarak hanya beberapa meter.

Umpan silang-umpan silang disuguhkan oleh Barcelona di depan gawang Granada di menit-menit akhir. Namun pertahanan tim tamu bertahan dengan kokoh hingga saat-saat terakhir ketika sebuah umpan dari Gavi terhubung dengan Araujo yang menyerang, yang akhirnya melakukan upaya sundulan keempatnya dengan baik membuat skor menjadi 1-1 pada menit ke-90, yang bertahan hingga peluit akhir.

Tak Sesuai Harapan

Pelatih Kepala Barcelona Ronald Koeman tahu bahwa timnya tidak berada di level yang diharapkan para penggemar klub.

The Catalans kehilangan poin lagi di kandang dari Granada, gagal mengatasi kekalahan Liga Champions-nya dari Bayern Munchen terakhir kali.

“Lihat daftar skuad kami,” kata Koeman setelah pertandingan, ketika ditanya tentang pengaturan dan gaya Barcelona, dilansir Marca.

“Kami melakukan apa yang kami bisa. Kami tidak memiliki pemain dari zaman tiki-taka. Kami harus bermain dengan gaya kami sendiri,” ujarnya.

“Saya pikir kami melakukannya dengan baik dan, dengan beberapa waktu lagi, kami bisa menang. Sistem dasarnya adalah 4-3-3 di babak pertama, kemudian saya harus melakukan perubahan berdasarkan apa yang saya miliki di bangku cadangan,” tuturnya.

“Ini bukan Barcelona delapan tahun lalu. Begitulah adanya,” ucapnya.

“Dengan Ansu (Fati) dan (Ousmane) Dembele itu berbeda karena kami memiliki kedalaman yang lebih,” katanya.

Lawan Bertahan dengan Baik

Granada tampil mengesankan di Camp Nou dan pelatih asal Belanda itu hanya bisa mengangkat topinya atas seberapa baik mereka mengatur pertahanannya. “Tidak ada ruang,” ucap Koeman.

“Mereka bertahan dengan banyak pemain belakang. Setidaknya kami menyamakan kedudukan, tetapi sayang sekali kami kehilangan dua poin,” ujarnya.

Pelatih, bagaimanapun, tidak terkesan dengan taktik membuang-buang waktu tim tamu, yang dia tuduh mereka terapkan sejak awal. “Anda tidak bisa senang dengan hasil imbang melawan Granada,” tutur Koeman.

“Kami berjuang dan melakukannya dengan baik di babak kedua. Namun sejak menit kedua mereka membuang-buang waktu, dan itu harus berubah,” katanya.

“Kami kehilangan banyak waktu untuk omong kosong, dan cedera yang bukan cedera. Wasit harus menghentikan ini sebelum menit ke-88,” ujarnya.

Ronald Araujo adalah hal positif yang langka bagi tim Catalan dan Koeman memujinya sebagai profesional hebat dengan sikap luar biasa, serta menyoroti pentingnya dia bagi tim. (Sandy AW)

Sandy AW

Redaktur Pelaksana Radar Tasikmalaya e-Paper

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!