Belanda 2 vs 0 Norwegia: Van Gaal Tegang di Kursi Roda, Akhirnya Pesta

ROTTERDAM – Louis van Gaal khawatir Belanda akan menyia-nyiakan peluang mereka untuk lolos otomatis ke Piala Dunia 2022.

Belanda menempati posisi teratas di Grup G, Rabu (17/11/2021) dini hari WIB, setelah kemenangan 2-0 atas Norwegia berkat gol akhir dari Steven Bergwijn (84’) dan Memphis Depay (90+1).

Pelatih kepala Belanda Van Gaal mengalami jatuh dari sepeda dan cedera pinggul menjelang pertandingan sehingga terpaksa menonton pertandingan dari tribun dengan kursi roda.

Van Gaal terlihat gugup ketika Danny Blind menyampaikan instruksinya melalui telepon di pinggir lapangan dalam pertandingan yang dimainkan tanpa penggemar di De Kuip karena meningkatnya kasus virus corona.

Meski pertandingannya menegangkan, Belanda berhasil menyelesaikan tugas dengan pertahanannya yang keras—yang hanya kebobolan delapan gol di babak kualifikasi—berdiri kokoh.

Belanda kini tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan sejak Euro 2020, menang lima kali.

“Suasana hati sedikit menurun sehari setelah (hasil imbang melawan) Montenegro, lalu saya khawatir itu mungkin salah total,” kata Van Gaal kepada NOS Journaal dikutip radarsports.id dari Livescore.

“Namun secara keseluruhan itu adalah minggu yang fantastis terlepas dari segalanya. Kami mengenal satu sama lain melalui suka dan duka,” tuturnya.

“Kami mencetak dua gol hari ini, dan Jasper Cillessen menjaga clean sheet. Kami mendominasi dan mengontrol permainan selama 90 menit. Norwegia mungkin memiliki setengah peluang,” ucapnya.

“Saya memuji tim di babak pertama, tetapi juga mengatakan kepada mereka untuk bermain sedikit lebih maju,” ujarnya.

“Kami memainkan tekanan provokatif di babak kedua, yang memberi kami sedikit lebih banyak ruang. Dan tentu saja kami memiliki penyerang untuk itu,” ujarnya.

Memang Pantas

Kapten Belanda Virgil van Dijk membuat empat clearance, dua tekel, dan memenangkan 88,9 persen dari duelnya saat Norwegia gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Bek Liverpool berbicara tentang kegembiraannya karena berpotensi bermain di turnamen internasional besar pertamanya, setelah absen di Euro 2020 yang dijadwalkan ulang awal tahun ini karena cedera.

“Kami akan pergi ke Qatar dan itu memang pantas, kami hampir tidak memberikan apa-apa. Menurut saya, tidak ada sama sekali,” kata Van Dijk.

“Kami harus menunjukkan reaksi setelah Sabtu lalu dan kami melakukannya. Tentu saja ada banyak hal yang dapat ditingkatkan, tetapi hasilnya adalah yang paling penting,” tuturnya.

“Saya sangat bangga dengan tim ini. Mungkin sulit untuk bermain-main dengan gagasan bahwa kesalahan apa pun bisa berakibat fatal, tetapi kami menerimanya,” ujarnya.

“Kami menunjukkan karakter nyata, tidak mudah untuk beralih dengan cepat setelah skor 2-2 di Montenegro, tetapi kami melakukannya,” ucapnya.

“Saya sangat menyesal bahwa pelatih nasional ada di sana dari kejauhan dan para penggemar tidak ada di sana sama sekali. Kami akan merayakannya dengan baik di dalam. Saya tidak sabar menunggu Piala Dunia,” tuturnya. (Sandy AW)

Sandy AW

Redaktur Pelaksana Radar Tasikmalaya e-Paper

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!