Belgia Kalah, Martinez Tanggapi Spekulasi Latih Barcelona

Roberto Martinez menyatakan sulit baginya untuk membicarakan rumor setelah membahas spekulasi dia bisa menggantikan Ronald Koeman sebagai bos Barcelona.

Martinez melihat tim Belgianya dikalahkan 2-1 oleh Italia dalam perebutan tempat ketiga Liga Negara UEFA pada Minggu (10/10/2021) malam WIB. Mereka kalah lagi dari Azzurri dengan skor yang sama di perempat final Euro 2020.

Berbicara setelah pertandingan, Martinez ditanya tentang hubungan ke Barca, dengan posisi Koeman di bawah ancaman setelah awal yang mengecewakan di LaLiga musim ini dan kekalahan beruntun 3-0 dari Bayern Munchen dan Benfica di Liga Champions.

“Sulit bagi saya untuk berbicara tentang rumor. Saya telah bekerja dengan tim ini selama lima tahun dan sepenuhnya berkonsentrasi pada peran ini,” kata Martinez kepada wartawan usai pertandingan dikutip radarsports.id dari Livescore.

“Kami datang ke Liga Negara untuk memenangkannya dan tidak berhasil melakukannya. Namun sekarang kami bersiap untuk kualifikasi Piala Dunia. Saya tidak punya apa-apa lagi untuk ditambahkan,” tuturnya.

Gol Nicolo Barella dan penalti Domenico Berardi sudah cukup bagi Italia untuk mengalahkan Belgia, di mana gol internasional pertama Charles De Ketelaere tidak cukup untuk bangkit kembali.

Ini menandai pertama kalinya Belgia menderita kekalahan kompetitif berturut-turut sejak September 2010 dan Martinez, yang timnya kehilangan keunggulan dua gol melawan Prancis di semifinal pada Jumat, merasa frustrasi.

“Penalti adalah keputusan yang bisa diperdebatkan dan sejujurnya saya tidak setuju. Saya mencoba untuk menghormati wasit, tetapi Anda membutuhkan pengalaman di turnamen level ini,” tuturnya.

“Kami sangat frustrasi dengan intervensi VAR terhadap Prancis, mengatakan wasit harus diberi tanggung jawab atas keputusan mereka. Namun mengapa VAR tidak melakukan intervensi hari ini ketika wasit membutuhkan bantuan? Rasa frustrasi tumbuh seiring permainan berlanjut,” ujarnya.

Pengalaman Baik

Pemain pengganti Kevin de Bruyne, yang membantu gol hiburan De Ketelaere, juga kecewa tetapi merasa pengalaman itu baik untuk beberapa anggota skuad muda Belgia.

“Kami terkadang tampil bagus melawan beberapa tim top dan memiliki banyak wajah baru yang melakukan lebih dari pekerjaan yang layak hari ini,” kata De Bruyne kepada media Belgia HNL.

“Ini pengalaman yang bagus bagi mereka untuk bisa bermain melawan lawan sekaliber ini. Namun sayangnya kami kalah dua kali,” ucapnya.

“Dengan segala hormat, bermain melawan Estonia bukanlah hal yang sama dan tantangan ini diperlukan bagi kami untuk berkembang, baik sebagai individu maupun sebagai tim,” ujarnya.

“Kami ‘hanya’ Belgia. Ini adalah generasi baru, kami kehilangan Romelu Lukaku dan Eden Hazard hari ini. Jadi kami harus realistis dengan tim yang kami miliki,” tuturnya.

“Italia, Prancis, dan Spanyol memiliki 22 pemain top untuk dipilih dan kami tidak,” katanya. (Sandy AW)

Sandy AW

Redaktur Pelaksana Radar Tasikmalaya e-Paper

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!