Bos Ajax Ten Hag Tanggapi Pekerjaan di Manchester United

Pelatih kepala Ajax, Erik ten Hag, fokus untuk memenangkan gelar Eredivisie, bersikeras bahwa dia tidak mendengar apa-apa tentang pekerjaan di Manchester United.

Ten Hag telah muncul sebagai salah satu pesaing utama untuk mengisi lowongan Manchester United setelah manajer Ole Gunnar Solskjaer dipecat pada Minggu (21/11/2021) menyusul kekalahan memalukan 4-1 di Liga Premier atas Watford pada Sabtu.

Ten Hag dari Ajax tampil mengesankan selama berada di Amsterdam. Dia telah mempersembahkan dua gelar Eredivisie dan memulai perjalanan yang mengesankan ke semifinal Liga Champions 2018-19.

Tim asuhan Ten Hag telah menjadi penghibur Eropa musim ini, melaju ke babak 16 besar Liga Champions. Sementara memuncaki Eredivisie di depan rival PSV dengan selisih gol.

Pelatih asal Belanda berusia 51 tahun itu ditanya tentang minat yang dilaporkan Manchester United setelah kemenangan 5-0 atas RKC Waalwijk pada Minggu.

“Saya fokus pada tim saya, kami memiliki skuad yang brilian dan kami ingin mencapai banyak hal,” kata Ten Hag kepada ESPN.

“Kami memiliki skuad yang brilian, kami ingin memperjuangkan gelar. Fokus saya adalah pada Ajax, sisanya hanya mengalihkan perhatian,” tuturnya.

“Saya berharap dari pemain saya bahwa mereka fokus pada Ajax. Jadi saya harus memberikan contoh yang tepat untuk itu juga,” ujarnya.

“Anda terus bertanya kepada saya (tentang posisi saya sebagai manajer Ajax), ya itu pertanyaan aneh. Saya tidak mendengar apapun tentang (minat United). Jadi saya tidak bisa memikirkannya,” tuturnya.

Ajax telah mencetak 42 gol dalam 13 putaran musim ini, hanya kebobolan dua kali.

Ajax asuhan Ten Hag telah mencatatkan 20 clean sheet di liga pada tahun 2021, rekor terbanyak mereka dalam satu tahun kalender sejak 1997 (21).

Ajax dipimpin oleh Sebastien Haller, yang telah mencetak 17 gol dalam 18 penampilan di semua kompetisi.

Haller telah mencetak gol pembuka di Eredivisie sembilan kali pada tahun 2021—terbanyak untuk seorang pemain dalam satu tahun kalender sejak Graziano Pelle pada 2013. (Sandy AW)

Sandy AW

Editor in Chief