Daniel Maldini: Ayah Sangat Menuntut

Daniel Maldini tidak mudah menggambarkan perasaan mencetak gol pertamanya untuk AC Milan dalam kemenangan 2-1 atas Spezia.

Anak muda itu memulai pertandingan Serie A pertamanya di Stadio Alberto Picco pada Sabtu (25/9/2021), 12 tahun dan 117 hari setelah ayahnya, Paolo, seorang tokoh legendaris di San Siro, terakhir kali tampil dalam pertandingan liga untuk Rossoneri, dan membuka skor dengan sundulan di babak kedua.

Gol telat Brahim Diaz membatalkan gol penyeimbang Daniele Verdi yang dibelokkan untuk membawa Milan mengoleksi 16 poin dari enam pertandingan pertamanya.

Namun, sebagian besar fokus pascapertandingan adalah pada Maldini, yang menjadi generasi ketiga keluarganya yang mencetak gol untuk klub, 13 tahun dan 179 hari setelah gol terakhir Paolo di liga dan 60 tahun dan 22 hari sejak gol terakhir kakeknya Cesare.

Paolo, yang juga seorang direktur di Milan, terlihat merayakan di tengah kerumunan oleh kamera televisi setelah gol pembuka putranya dan pemain berusia 19 tahun itu meyakinkan pasangan itu memiliki hubungan yang baik.

“Ayah sangat menuntut, dia memberi saya saran dan membantu saya,” kata Maldini sebelum membahas emosi yang terjadi setelah penyelesaiannya pada menit ke-48, dikutip radarsports.id dari Livescore.

“Itu adalah saat-saat yang baik,” ucapnya.

“Saya senang meskipun saya tenang. Rekan satu tim banyak membantu saya dan pelatih juga. Kami membawa pulang tiga poin dan ini penting,” tuturnya.

Tak Menyangka

Milan sementara berada di puncak Serie A. Sebagian berkat gol Maldini dan fakta Napoli bermain pada Senin pukul 01.45 WIB. Mereka pun bersiap untuk mengunjungi Atalanta akhir pekan depan.

Maldini akan berharap untuk menjadi bintang sekali lagi jika dia mendapat anggukan dari Stefano Pioli. Dia mengakui dia tidak pernah membayangkan gol pertamanya tiba dengan cara seperti itu.

“Yah, saya mencoba membayangkan bagaimana itu akan terjadi tetapi bukan permainan sebenarnya itu sendiri,” katanya kepada situs web resmi Milan ketika ditanya apakah dia memimpikan momen itu.

“Ini tak terlukiskan, saya masih harus membiarkannya meresap,” tuturnya.

“Untungnya, berakhir seperti ini. Memang benar rasanya aneh mencetak gol dengan sundulan tetapi hasilnya luar biasa,” katanya. (Sandy AW)

Sandy AW

Redaktur Pelaksana Radar Tasikmalaya e-Paper

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!