Donnarumma Pergi Gratis, Agen Anggap Milan yang Salah

Presiden Serikat Agen (Assoagenti) menegaskan orang-orang tidak boleh menyalahkan perwakilan atau pemain yang meninggalkan klubnya secara gratis. Seperti halnya Gianluigi Donnarumma yang meninggalkan AC Milan.

Rossoneri kehilangan Donnarumma dan Hakan Calhanoglu selama musim panas. Sang penjaga gawang menuju Paris Saint-Germain dan gelandang melintasi kota ke musuh bebuyutan mereka Inter, sebagai agen bebas.

Mereka sekarang mempertaruhkan skenario yang sama dengan Franck Kessie, yang kontraknya akan berakhir pada akhir musim, karena Milan berusaha menahan kenaikan gaji.

Agen seperti Mino Raiola telah menjadi penjahat di mata banyak penggemar karena memfasilitasi jalan keluar ini. Namun Presiden Assoagenti Beppe Galli menegaskan ini adalah narasi yang terlalu mudah.

“Orang-orang bertindak seolah-olah itu adalah kesalahan agen, tetapi bukan itu masalahnya,” katanya kepada CN24 dikutip radarsports.id dari Football Italia.

“Misalnya, berapa banyak pemain yang meninggalkan Udinese sebagai agen bebas? Nol. Jika seseorang pergi, itu karena klub yang memutuskan untuk tidak memberikan kontrak baru,” ujarnya.

Soal Mbappe

Galli juga menunjuk Paris Saint-Germain dan penolakan mereka untuk bernegosiasi dengan Real Madrid untuk Kylian Mbappe.

“Ada pemain terkenal yang menerima tawaran senilai 180 juta euro (sekitar Rp 3 triliun) dan klub tidak mau menjualnya, sekarang dia bisa pergi sebagai agen gratis. Apakah itu kesalahan klub atau agen?” tuturnya.

“Saat ini, hal terbaik yang harus dilakukan adalah memiliki kontrak yang panjang dan tidak meninggalkannya terlalu larut. Milan tidak menerima proposal Raiola untuk Donnarumma dan dia pergi. Begitu juga dengan Calhanoglu. Itu bukan salah agennya,” ucapnya.

“Orang-orang harus adil dan mengatakan hal-hal sebagaimana adanya,” katanya.

Galli memastikan bahwa agen juga tidak dapat disalahkan atas kenaikan biaya komisi dan bonus lainnya. “Sebagai agen Italia, kami senang duduk bersama FIGC, Lega Serie A, dan klub untuk menentukan aspek tertentu. Namun kami tidak pernah diizinkan melakukannya,” ujarnya.

“Saya mendengar selama bertahun-tahun bahwa uang yang diberikan kepada agen menyebabkan masalah. Namun bagaimana dengan gaji para pemain, Presiden, dan direktur olahraga? Orang-orang hanya membicarakan kami,” tuturnya.

“Kami juga menginginkan sistem sepak bola yang sehat. Kami melakukan pekerjaan serius dan kami siap membicarakannya jika ada kebutuhan untuk beberapa batasan,” ucapnya. (Sandy AW)

Sandy AW

Redaktur Pelaksana Radar Tasikmalaya e-Paper

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!