Galatasaray 1 vs 0 Lazio: Gegara Bunuh Diri Konyol Kiper, Sarri Akui Si Elang Menderita

ISTANBUL – Maurizio Sarri menegaskan dia melihat kemajuan dari Lazio. Dia pun meminta semua pihak tidak menilai kualitas Si Elang dari kekalahan 1-0 atas Galatasaray di Liga Eropa yang diputuskan oleh bunuh diri Thomas Strakosha.

The Aquile menderita kekalahan kedua berturut-turut setelah 2-0 di Milan di Serie A, memulai fase grup Liga Eropa dengan cara terburuk dengan kekalahan 1-0 di Turk Telekom Stadyumu, Kamis (16/9/2021) malam WIB.

Kekalahan itu diputuskan oleh ratapan dari kiper Thomas Strakosha, yang memulai musim pertamanya. Pada menit ke-67, dia salah mengantisipasi bola yang jatuh dari udara sehingga masuk ke gawangnya sendiri.

“Saya pikir kami membuat kemajuan, itu adalah pertandingan yang berbeda dibandingkan dengan hari Minggu dalam atmosfer yang sulit melawan tim berbahaya. Namun kami tidak pernah benar-benar menderita,” kata Sarri kepada Sky Sport Italia dikutip radarsports.id dari Football Italia.

“Pertandingan terkendali, sayangnya kesalahan adalah bagian dari olahraga dan kami membayar harga untuk itu malam ini,” ujarnya.

TERTUNDUK. Kiper Lazio Thomas Strakosha tertunduk setelah timnya dikalahkan Galatasaray 1-0 di Liga Eropa gara-gara gol bunuh dirinya pada menit ke-67 di Turk Telekom Stadyumu, Kamis (16/9/2021) malam WIB. FOTO: Twitter The Laziali
Rotasi Pemain

Sarri membuat lebih sedikit perubahan pada starting XI dari yang diharapkan di Istanbul, tetapi masih menyia-nyiakan peluang dengan Sergej Milinkovic-Savic dan Ciro Immobile.

“Kami peduli dengan Liga Eropa. Saat ini, kami tidak dapat mengganti delapan pemain dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Kami mengubah empat dan mengganti sumber daya kami selama pertandingan. Mattia Zaccagni melakukannya dengan baik, Toma Basic tampil mengesankan dari bangku cadangan,” ujarnya.

“Mengecewakan untuk memulai dengan kekalahan, karena itu menjadi perjuangan yang berat, tetapi kami harus melihat melampaui hasil dan mengevaluasi kinerja,” tuturnya.

Karena itu, Sarri mengakui Lazio ini sangat jauh dari visinya tentang sepak bola. “Saya melihat bahwa beberapa masalah belum terselesaikan, kami memiliki masalah dengan waktu dan jarak pada saluran yang lewat. Jadi kami menderita dalam situasi itu. Ini masalah sentimeter dan detik, tetapi pada akhirnya itu membuat perbedaan,” ujarnya.

“Saya melihat kemajuan dari kekalahan Milan. Karena kami jauh lebih ketat, lebih banyak mencegat bola di antara garis dan memungkinkan lebih sedikit serangan balik. Kami perlu meningkatkan gerakan menyerang kami, bergerak tanpa bola. Namun saya masih melihat langkah maju dan tidak bisa membiarkan penilaian kami terpengaruh oleh hasil yang kebetulan,” ucapnya. (Sandy AW)

Sandy AW

Redaktur Pelaksana Radar Tasikmalaya e-Paper

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!