Inter 1 vs 1 Juventus: Inzaghi Menyindir, Penalti Satu-satunya Kemampuan Nyonya Tua untuk Mencetak Gol

MILAN – Pelatih kepala Inter Milan Simone Inzaghi mengklaim penalti adalah satu-satunya cara Juventus akan mencetak gol melawan timnya setelah bermain imbang 1-1 di Derby d’Italia pertama Serie A musim ini, Senin (25/10/2021) dini hari WIB.

Nerazzurri ditahan oleh rivalnya, Nyonya Tua, di Giuseppe Meazza—pertama kalinya sejak April 2019 kedua tim berbagi poin di liga—saat tim asuhan Massimiliano Allegri meraih satu poin lagi dalam pemulihan mereka setelah awal yang buruk di musim 2021-22.

Gol babak pertama Edin Dzeko—gol ketujuh dalam sembilan pertandingan papan atas, sebanyak yang dia cetak dalam 27 penampilan musim lalu—dibatalkan oleh penalti akhir Paulo Dybala, tendangan penalti ke-18 yang dikonversi dalam 20 upaya terakhirnya.

Pemain pengganti Inter Denzel Dumfries dinilai oleh VAR telah melanggar Alex Sandro untuk penalti Bianconeri pada menit ke-89. Keputusan tersebut membuat Inzaghi sangat marah sehingga dia diusir wasit Maurizio Mariani karena membuang bola.

Setelah pertandingan, Inzaghi masih marah karena dia merasa juara bertahan Nerazzurri pantas mendapatkan ketiga poin tersebut. Namun dia meminta maaf atas reaksinya.

“Itu (penalti) satu-satunya cara menurut saya (yang membuat) kami bisa kebobolan,” kata Inzaghi kepada DAZN dikutip radarsports.id dari Livescore.

“Kami memimpin pertandingan dari awal hingga akhir. Kami tidak kebobolan apa pun oleh Juventus,” ujar Inzaghi.

“Mereka membuang dua poin yang tidak menyenangkan saya. Wasit ada di sana dua meter. Dia mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja dan kemudian dia dipanggil kembali. Maaf untuk para penggemar, kami pantas mendapatkan lebih,” tuturnya.

Inzaghi kemudian ditanya apakah pelanggaran Dumfries dapat dihindari. “Saya pikir begitu karena kami jelas dalam keunggulan jumlah yang dekat dengan bola,” ucapnya.

“Kami tidak pernah berada di bawah tekanan. Kami mengontrol dari awal hingga akhir. Saya akui gestur saya bukan citra yang baik untuk digambarkan. Namun saya merasa pada saat itu bukan insiden VAR,” katanya.

“Sebagai pelatih, pada menit ke-89 pertandingan seperti itu, dengan wasit di sana melambaikan tangan, wajar jika Anda akan sedikit marah seperti yang saya lakukan,” ujarnya.

Puas dengan Satu Poin

Sementara itu, Allegri—yang sebelumnya memenangkan tiga pertemuan tandang liga melawan Inzaghi—puas dengan satu poin saat timnya memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 10 pertandingan di semua kompetisi.

“Sebelum seri, kami melakukan beberapa aksi di mana kami tidak bisa menutup dan itu adalah situasi di mana kami bisa melakukan lebih baik,” ujar Allegri kepada DAZN.

“Kami bermain dengan lebih percaya diri melawan Inter. Ini adalah poin penting dan memungkinkan kami memiliki kemungkinan—bahkan jika kami harus menang—untuk meningkatkan rekor dan kemudian meraih beberapa poin sebelum jeda,” tuturnya.

“Namun pada hari Rabu melawan Sassuolo kami harus menang. Pertandingan itu indah, berjuang pada level fisik dan dengan permainan teknis yang bagus. Kami harus meningkatkan dalam menutup aksi,” katanya.

Namun, Allegri masih meminta kepada Juventus untuk berkembang setelah kebobolan 11 kali dalam sembilan pertandingan pembuka Serie A—pertama kali mereka melakukannya sejak 1992-93.

“Itu tergantung pada tiga pertandingan pertama di mana kami meninggalkan delapan poin dari sembilan dan itu sedikit memengaruhi kami,” ujar Allegri tentang penampilan Nyonya Tua.

“Kami harus memulai dari dasar, atau lebih tepatnya dari posisi bertahan yang bagus,” ucapnya.

“Kami perlu memperbaiki ini, ini masalah harga diri. Jika kami agresif di depan, mereka bermain dengan pipa di mulut mereka di belakang,” tuturnya. (Sandy AW)

Fakta Opta
  • Paulo Dybala adalah pemain Juventus pertama yang mencetak gol dalam tiga pertandingan berturut-turut melawan Inter di Serie A sejak 1994-95
  • Dybala telah mencetak 18 dari 20 penalti yang diambilnya di Serie A, termasuk lima penalti terakhir.
  • Inter dan Juventus bermain imbang di Serie A untuk pertama kalinya sejak April 2019.
  • Edin Dzeko telah mencetak tujuh gol dalam sembilan pertandingan di Serie A musim ini, sama banyaknya dengan gol yang dia cetak di seluruh kampanye 2020-21 dalam 27 pertandingan.

Sumber: Livescore

Sandy AW

Redaktur Pelaksana Radar Tasikmalaya e-Paper

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!