Lionel Messi Dikritik di Media Prancis

Meskipun Paris Saint-Germain berhasil meraih kemenangan comeback 2-1 di kandang sendiri melawan Lyon pada Senin (20/9/2021) dini hari WIB, Lionel Messi dikritik oleh media lokal menyusul reaksinya ketika Mauricio Pochettino memutuskan untuk menggantikannya dengan 15 menit tersisa dan skor masih di 1-1.

Messi memulai di depan bersama dengan Neymar dan Kylian Mbappe untuk PSG untuk kedua kalinya berturut-turut. Namun dia memberi jalan bagi Achraf Hakimi untuk masuk ke lapangan di babak kedua.

Menganalisis permainan mantan kapten Barcelona itu melawan Lyon, Le Parisien melabeli penyerang Argentina itu sebagai “intermittent” atau “yang sebentar”.

“Waktunya di Paris akan lebih rumit dari yang diperkirakan,” tulis surat kabar Prancis itu menganalisis, dilansir Marca, Selasa (21/9/2021).

“Messi layu. (Menjatuhkan) kepalanya lebih rendah dan lebih rendah, dia berjalan dan tidak lagi mempengaruhi permainan,” lanjutnya.

Meski baru memainkan pertandingan pertamanya di kandang sendiri di Parc des Princes, Messi telah menerima kritik atas penampilannya baru-baru ini bersama PSG.

Mencegah Cedera

Rasa frustrasi Messi sebagai tanggapan atas pergantian pemain telah memicu kontroversi sejak itu.

Bos PSG Mauricio Pochettino menekankan dalam pernyataan pascapertandingannya bahwa dia berusaha untuk mencegah rekan senegaranya menerima hantaman. Pergantiannya mungkin merupakan hal yang benar untuk dilakukan karena Messi dilaporkan menderita ketidaknyamanan lutut.

Menurut L’Equipe, Messi menyentuh lututnya dan membuat beberapa gerakan melingkar untuk mengujinya selama pertandingan.

Ketika Pochettino dan staf pelatihnya bertanya apakah dia baik-baik saja, Messi meyakinkan mereka bahwa dia bisa terus bermain. Namun pelatih Argentina itu memutuskan sudah waktunya untuk mengganti pemainnya.

L’Equipe juga mengungkapkan bahwa kubu Messi telah mengakui bahwa dia ingin tetap berada di lapangan.

“Dia tidak pernah senang diganti dan itu hampir tidak pernah terjadi selama kariernya,” kata orang-orang yang dekat dengan penyerang itu. (Sandy AW)

Sandy AW

Editor in Chief