Liverpool 3 vs 2 AC Milan: Faktor Detail yang Menjadi Penentu

LIVERPOOL – Penyelesaian luar biasa Jordan Henderson memberi Liverpool kemenangan 3-2 dari ketertinggalan atas AC Milan dalam pertandingan pembukaan Grup B Liga Champions yang mendebarkan di Anfield Stadium, Kamis (16/9/2021) dini hari WIB.

The Reds keluar dari jebakan dan unggul 1-0 di awal melalui gol bunuh diri Fikayo Tomori dari umpan silang Trent Alexander-Arnold (9’), sebelum penalti Mo Salah diselamatkan oleh Mike Maignan (14’), kegagalan pertamanya dalam 17 untuk Liverpool.

Namun Rossoneri menghasilkan dua gol dari berkat penyelesaian rapi Ante Rebic (42’) dan kemudian gol mantan pemain Manchester City Brahim Diaz (44’) yang mengejutkan Anfield di babak pertama.

Salah menebus kegagalan penaltinya dengan menyamakan kedudukan setelah turun minum (49’), menyodok chip cerdas Divock Origi melewati pertahanan, dan Jordan Henderson menyelesaikan comeback Liverpool sendiri dengan tendangan setengah voli yang indah dari jarak 20 yard (69) dari jarak yang dibersihkan. sudut.

Hasilnya, dipasangkan dengan hasil imbang 0-0 Atletico melawan Porto, menempatkan Liverpool di posisi terdepan di Grup B yang sulit, dengan Porto selanjutnya di laga tandang pada 29 September. Pasukan Jurgen Klopp tidak terkalahkan di semua kompetisi musim ini, dan tak terkalahkan di 14 secara keseluruhan.

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp merasa khawatir dengan cara bermain The Reds meskipun berhasil mengalahkan Diavolo.

Perbedaan Kualitas

Pelatih AC Milan Stefano Pioli menyoroti kesalahan yang seharusnya tidak terjadi dilakukan pemain Rossoneri dan menyesalkan atas gol Liverpool di babak kedua.

“Liverpool pantas mendapatkan pujian atas intensitas dan kualitas mereka, terutama dalam 25 menit pertama,” kata Pioli kepada Sky Sport Italia dikutip radarsports.id dari Football Italia.

“Kami mampu membalikkan keadaan dan penyesalan sebenarnya adalah dua gol yang kami kebobolan di babak kedua. Selain kualitas Liverpool, kami juga melakukan kesalahan pada dua gol tersebut. Mudah-mudahan, di masa depan kami akan menghadapi tim dengan kualitas yang sedikit kurang dan tidak akan kebobolan dalam situasi seperti itu,” tuturnya.

Pelajaran Berharga

Itu adalah pertandingan pertama Milan di Liga Champions selama tujuh tahun dan pertandingan pertama mereka dimainkan di Anfield dalam suasana yang hangat.

Pioli menyebut laga tandang tersebut merupakan pelajaran berharga yang akan membantu tim Milan ke depan. Liverpool memulai laga dengan kuat. Pemain Rossoneri sangat termotivasi tetapi tidak bisa melewati tekanan pertama tuan rumah. “Ketika Anda tidak menguasai bola, Anda menghadapi bahaya,” ujar sang pelatih.

“Itu adalah pertandingan sepak bola yang sangat bagus. Sayang sekali kami kalah, karena awal yang kuat di sini akan sangat penting,” katanya.

Meski kalah, ada banyak hal yang bisa positif dari Milan dan Pioli setelah pertandingan pembuka ini. Terutama karena Atletico Madrid dan FC Porto bermain imbang 0-0.

“Saya meninggalkan Anfield dengan kesadaran bahwa tim ini dapat tumbuh lebih banyak dan kami masih membutuhkan langkah ekstra dalam hal detail, karena itulah yang membuat perbedaan di Liga Champions,” tuturnya.

“Kami kalah karena pada set play kami membersihkan bola ke tepi kotak dan bukan itu yang seharusnya kami lakukan,” ucapnya.

Kesalahan Defensif

Liverpool mendominasi penguasaan bola dan tekanan mereka praktis menetralisir Milan untuk waktu yang lama, tetapi kecepatan operan dan lari mereka juga luar biasa.

“Mereka sangat berhati-hati menutupi area tengah dan memblokir saluran. Jadi kami terus didorong melebar dan itu membuat situasi kurang menguntungkan. Rebic berhasil berlari ke arah mereka beberapa kali, tetapi kami tidak selalu berlari dengan benar,” katanya.

“Kami tahu Liverpool menjadikan kecepatan dan intensitas sebagai bagian besar dari permainan mereka. Kami membutuhkan lebih banyak pergerakan dari bola untuk melepaskan kreator kami. Ketika Anda ditekan begitu banyak, Anda harus mengoper bola lebih cepat dan itulah yang kami salah,” ujarnya.

Pioli juga menguraikan kesalahan defensif yang menurutnya tidak boleh dilakukan Milan pada level ini. “Apa yang mengecewakan saya dan kami harus bekerja lebih baik adalah kami bisa melakukan yang lebih baik, karena kami membiarkan Liverpool beberapa situasi memberi dan pergi yang biasanya kami pertahankan dengan lebih baik. Kami bisa saja menciptakan lebih banyak masalah bagi penyerang Liverpool dan membuatnya lebih sulit bagi mereka,” tuturnya. (Sandy AW)

Sandy AW

Redaktur Pelaksana Radar Tasikmalaya e-Paper

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!