PSG Tolak Tawaran 3,8 Triliun, Mbappe Gagal ke Madrid

Usulan kepindahan Kylian Mbappe ke Real Madrid bulan ini batal setelah Paris Saint-Germain gagal menanggapi tawaran terakhir klub Spanyol itu.

Sky Sports melaporkan Madrid bersedia membayar 220 juta euro (sekitar Rp 3,8 triliun) untuk menandatangani Mbappe, tetapi pulang setelah PSG menghentikan kesepakatan.

Los Blancos sekarang akan fokus untuk menandatangani Mbappe ke perjanjian prakontrak pada Januari agar dia pindah ke Bernabeu dengan status bebas transfer musim depan.

Kontrak pemain berusia 22 tahun itu di PSG berakhir pada akhir musim ini dan dia telah menjelaskan kepada klub bahwa dia tidak berniat memperpanjang kesepakatan.

Impian Mbappe adalah bermain untuk Real Madrid, yang mengontrak rekan setimnya di tim internasional Prancis Eduardo Camavinga dari Rennes dengan kontrak enam tahun hingga 40 juta euro (sekitar Rp 700 miliar) pada Selasa (31/8/2021).

Direktur olahraga PSG Leonardo mengatakan pekan lalu Mbappe ingin pergi, tetapi mereka tidak akan menjualnya di minggu terakhir bursa transfer dan mereka tidak akan menjualnya dengan harga kurang dari nilai pasarnya.

Dia bergabung dengan PSG dari rival Ligue 1 Monaco pada 2017 dan telah memenangkan tiga gelar Prancis dan tiga piala Prancis bersama tim tersebut.

Mbappe juga menjadi bagian dari skuad Prancis yang mengangkat Piala Dunia di Rusia pada 2018.

Setelah dipastikan gagal berseragam Madrid tahun ini, Mbappe telah meninggalkan pesan menggoda di Instagram.

“Saya hormati saudaraku, atas profesionalismemu, atur ulang mimpimu untuk nanti, hidup itu indah, kamu yang terbaik,” tulis Mbappe dalam video Instagram, dengan lagu “Dream On” oleh Aerosmith diputar, dilansir Marca, Rabu (1/9/2021).

Ini adalah indikasi yang jelas bahwa dia tidak dapat memenuhi mimpinya bermain untuk Madrid musim panas ini, meskipun dia dengan cepat menghapus video tersebut tidak lama setelah dibagikan.

PSG menolak setiap tawaran yang dibuat Los Merengues, dan dia sekarang akan melihat sisa tahun kontraknya, kecuali jika ada perubahan dramatis antara sekarang dan Januari. (Sandy AW)

Sandy AW

Editor in Chief