PSG vs Nice: Galtier Tak Terkejut Dikritik Pedas Mantan Rekan

Neymar
Neymar menjalani sesi latihan bersama rekan-rekannya di Paris Saint-Germain pada Kamis, 29 September 2022. FOTO: Paris Saint-Germain/Twitter
0 Komentar

PARIS, RADARSPORTS.ID – Pelatih kepala Paris Saint-Germain Christophe Galtier tidak terkejut dengan beberapa komentar keras yang dibuat oleh mantan rekannya Julien Fournier mengenai waktu mereka bersama di Nice.

Christophe Galtier bergabung dengan Nice menjelang musim 2021-22 setelah memenangkan gelar Ligue 1 bersama Lille. Namun dia bertahan di Allianz Riviera hanya selama satu tahun sebelum pindah ke PSG.

Berbicara di acara RMC ‘After Foot’ pada Rabu, mantan direktur sepak bola Nice Julien Fournier mengisyaratkan keluarnya Christophe Galtier karena lebih dari sekadar alasan sepak bola.

Baca Juga:Arsenal vs Tottenham: Conte Kesal Dikaitkan dengan JuventusConte Geram ke Penggemar yang Lemparkan Pisang ke Richarlison

”Sudah menjadi rahasia umum bahwa hubungan saya dengan Christophe cukup kacau sejak awal musim,” kata Fournier, yang pergi ke Parma pada Juli.

”Sejujurnya, jika saya menjelaskan alasan sebenarnya kami berdebat, Christophe tidak akan diizinkan lagi di ruang ganti, baik di Prancis maupun di Eropa,” tuturnya.

”Namun itu bukan tentang masalah sepak bola. Ini adalah hal yang jauh lebih serius dari sudut pandang saya. Ini secara tidak langsung terkait dengan sepak bola. Ini adalah hal-hal yang sangat mempengaruhi saya,” ujarnya.

”Kami menyelesaikan musim dan kami, dia dan saya, seprofesional mungkin untuk membatasi dampak negatif yang bisa terjadi pada tim. Lalu ada perpisahan,” katanya.

Tidak Terkejut

Christophe Galtier ditanya tentang pernyataan itu pada konferensi pers prapertandingan pada Kamis, 29 September 2022, menjelang pertemuan pertamanya dengan Nice sejak bergabung dengan PSG.

”Dia sok,” kata Galtier kepada wartawan dilansir Livescore.

”Saya tidak terkejut dengan cara dia mengekspresikan dirinya. Saya tidak ingin lelah memperdebatkan semua yang dikatakan,” ujarnya.

”Jika kita melakukan itu, cara kerjanya berarti kita menciptakan perdebatan satu demi satu. Saya tidak terkejut dengan apa yang saya dengar mengetahui karakternya. Itu saja yang harus saya katakan,” tuturnya.

0 Komentar