Real Madrid vs FC Sheriff: Sejarah Memberi Los Blancos Sedikit Keuntungan

MADRID – Carlo Ancelotti percaya sejarah Real Madrid di Liga Champions memberi mereka sedikit keunggulan atas rival terbesarnya.

Pelatih asal Italia itu memimpin pada 2014 ketika Los Blancos akhirnya memenangkan kompetisi untuk ke-10 kalinya, mengalahkan Atletico Madrid di final di Lisbon.

Madrid kemudian meraih tiga gelar bersejarah berturut-turut di bawah Zinedine Zidane dari 2016 hingga 2018, sebuah prestasi yang tak terlihat dalam format modern dan hanya dilampaui oleh Los Merengues sendiri di masa Piala Eropa, ketika mereka memenangkan lima gelar berturut-turut dari 1956 hingga 1960.

Madrid memulai kampanye 2021-22 mereka dengan kemenangan 1-0 di Inter. Mereka diharapkan menindaklanjuti dengan tiga poin lagi pada Rabu (29/9/2021) pukul 02.00 WIB, ketika mereka menjamu debutan kompetisi Sheriff.

Ancelotti mengakui kesuksesan masa lalu timnya sedikit membantu dalam hal peluang mereka musim ini, karena dia bertujuan untuk meniru pencapaian luar biasa Zidane.

“Bagi kami mewakili klub ini adalah sesuatu yang istimewa. Ini adalah kompetisi yang paling rumit, paling sulit,” katanya, Senin, dikutip radarsports.id dari livescore. “Kami lebih terbiasa memenangkannya daripada yang lain. Kami memiliki sedikit keuntungan,” tuturnya.

“Sulit (untuk membandingkan tim ini dengan Zidane) karena para pemainnya sedikit berubah. Skuadnya telah berubah. Ditambah lagi saya tidak suka membandingkan tim ini dengan tim Zizou,” ujarnya.

“Zizou melakukan hal-hal sebaik yang dia bisa lakukan. Dia memenangkan Liga Champions tiga kali berturut-turut. Mudah-mudahan, saya bisa memenangkan yang lain,” harapnya.

Madrid memainkan pertandingan kandang mereka di Estadio Alfredo Di Stefano musim lalu saat pekerjaan renovasi sedang diselesaikan di Santiago Bernabeu.

Itu berarti Sheriff, tim berbeda ke-108 yang mereka hadapi di kompetisi tersebut, akan menjadi yang pertama mengunjungi stadion terkenal di Liga Champions sejak Manchester City pada leg pertama babak 16 besar 2019-20.

“Ini adalah pertandingan Liga Champions. Anda harus mempersiapkan diri dengan baik untuk semua pertandingan Liga Champions. Kami sangat bersemangat untuk kembali ke Bernabeu karena kami memiliki kenangan yang sangat bagus,” kata Ancelotti.

“Sheriff baik-baik saja. Kami harus berhati-hati karena ini adalah tim yang tidak banyak diketahui. Namun mereka terorganisir, maju dengan cepat… kami harus mempertahankan konsentrasi maksimal. Kami membutuhkan tiga poin,” ujarnya.

Tak Terjebak dengan Tim Favorit

Bek Real Madrid Nacho Fernandez mengklaim skuadnya tidak tertarik apakah orang lain menganggapnya di antara favorit untuk trofi tahun ini. Dia yakin Los Blancos dapat menantang di tahap terakhir.

“Pertanyaan menjadi favorit bukanlah salah satu hal yang membuat saya dan anggota skuad lainnya benar-benar peduli,” tuturnya. “Kami menghadapi tingkat tekanan yang sama terlepas dari apakah kami favorit atau tidak,” tambahnya.

“Kami memiliki skuad yang hebat, merasa sangat percaya diri dan bersemangat untuk menjalani tahun yang baik di Liga Champions. Tidak ada yang mengesampingkan Real Madrid untuk terlibat sampai akhir,” katanya. (Sandy AW)

Sandy AW

Editor in Chief