Rekor Italia Berakhir, Mancini Puas dengan Penampilan

Pelatih Italia Roberto Mancini senang dengan penampilan timnya melawan Spanyol meskipun kekalahan 2-1 mengakhiri rekor dunia 37 pertandingan tak terkalahkan Azzurri pada Kamis (7/10/2021).

La Roja membukukan tempat mereka di final Liga Negara UEFA berkat dua gol Ferran Torres sebelum turun minum di di San Siro.

Azzurri mengalami kesulitan setelah Leonardo Bonucci menerima kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan di antara dua gol penyerang Manchester City itu.

Lorenzo Pellegrini memperkecil ketertinggalan tujuh menit sebelum waktu penuh. Namun pasukan Luis Enrique bertahan untuk mengatur pertandingan final melawan Prancis atau Belgia yang akan bertarung Jumat pukul 01.45 WIB.

Meski kecewa karena rekor tak terkalahkan timnya yang luar biasa telah berakhir, Mancini tidak terlalu keras pada para pemainnya.

“Pertandingan seperti ini, terkadang insiden mengubahnya. Babak pertama bisa dengan mudah berakhir 1-1,” kata Mancini kepada RAI Sport dikutip radarsports.id dari Livescore.

“Jelas, Spanyol menjaga bola dengan baik. Namun mengecewakan kalah seperti ini, turun menjadi 10. Kami membuat kesalahan yang seharusnya tidak kami lakukan pada level ini,” ujarnya.

“Sejujurnya, saya tidak melihat kartu kedua, tetapi bukan itu intinya. Leo (Bonucci) seharusnya tidak mendapat kartu kuning dalam kedua situasi itu,” ucapnya.

“Bermain seperti ini, mencetak gol dan tidak kebobolan lebih banyak saat bermain dengan 10 pemain adalah performa yang bagus,” tuturnya.

“Kami membutuhkan beberapa kaki segar dan itu membantu ketika bermain dengan 10 pemain. Kami bisa saja menggunakan beberapa pemain muda. Namun saya pikir meskipun kalah, penampilan ini memberi kami kekuatan,” ujarnya.

Membantu Pertumbuhan

Hasilnya hanya kedua kalinya Italia kebobolan lebih dari satu gol dalam satu pertandingan di bawah bimbingan Mancini, sebelumnya kalah 3-1 dari Prancis pada Juni 2018.

Bek veteran Giorgio Chiellini menggemakan sentimen Mancini dan percaya kekalahan akan membuat mereka lebih kuat. “Sangat disayangkan kekalahan terjadi di Milan. Namun ada kebanggaan atas hasil yang luar biasa ini,” kata bek Juventus itu.

“Ini adalah tahap yang diperlukan dalam proses pertumbuhan untuk tim yang masih bisa melakukan jauh lebih baik. Kami tahu itu adalah pertandingan yang sulit. Kami meminta kesabaran dan pikiran jernih, dan terkadang Anda harus menerima lawan adalah tim yang sangat kuat yang menyebabkan Anda masalah,” tuturnya.

“Sayang sekali, kami ingin melanjutkan rekor tak terkalahkan ini. Namun faktanya ini akan membantu pertumbuhan kami. Kami hampir berhasil menyamakan kedudukan ketika bermain dengan 10 pemain dan tertinggal 2-0. Jadi itu menunjukkan betapa hebatnya kemampuan kami,” ujarnya. (Sandy AW)

Sandy AW

Redaktur Pelaksana Radar Tasikmalaya e-Paper

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!