Ronaldo Sempat Pesimis Kejar Rekor Gol Ali Daei

Pemecah rekor gol internasional sepanjang masa, Cristiano Ronaldo, mengatakan Portugal percaya bisa menang sampai akhir setelah dua golnya yang terlambat mengalahkan Republik Irlandia 2-1 pada babak Kualifikasi Piala Dunia Grup A zona Eropa di Estadio Algarve, Kamis (2/9/2021).

Penyerang tersebut, yang kembali ke Manchester United dalam langkah mengejutkan awal pekan ini, menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sepak bola internasional pria. Dia menyalip rekor penyerang Iran Ali Daei yang mencatatkan 109 gol.

Bintang berusia 36 tahun tersebut mencetak gol dua kali di menit-menit terakhir Kualifikasi Piala Dunia di Estadio Algarve, membawanya ke-111 gol untuk Portugal—dua di depan rekor sebelumnya.

Kemenangan itu merupakan pukulan terlambat bagi Republik Irlandia yang lebih baik. Namun Ronaldo memiliki keyakinan bahwa Portugal dapat mengambil ketiga poin tersebut.

“Saya sangat senang, bukan hanya karena saya memecahkan rekor, tetapi untuk momen spesial yang kami miliki. Dua gol di akhir pertandingan, itu sangat sulit tetapi saya harus menghargai apa yang dilakukan tim. Kami percaya sampai akhir, para pendukung juga. Saya sangat senang,” ujarnya dikutip radarsports.id dari Sky Sports.

Malam itu tampaknya menjadi malam yang membuat frustrasi bagi pemain berusia 36 tahun itu, dengan tendangan penalti Ronaldo yang berhasil diselamatkan kiper Republik Irlandia berusia 19 tahun, Gavin Bazunu, pada menit ke-15.

“Itu bagian dari permainan, itu bagian dari bisnis. Terkadang Anda mencetak gol, terkadang ada kesalahan tetapi saya masih percaya sampai akhir pertandingan. Saya sangat senang bisa mencetak gol dan memenangkan pertandingan,” ucapnya.

Kebanggaan

Dia kemudian mem-posting di Instagram: “Dari semua rekor yang saya pecahkan selama karier saya—dan untungnya ada beberapa—yang ini sangat istimewa bagi saya dan tentu saja di rak pencapaian yang membuat saya benar-benar bangga.”

“Pertama-tama, karena setiap kali saya mewakili negara saya adalah momen spesial. Karena mengetahui bahwa saya membela Portugal dan menunjukkan kepada dunia dari apa orang Portugis dibuat,” katanya.

“Kedua, karena kompetisi tim nasional selalu memiliki dampak yang sangat kuat pada saya. Saat saya tumbuh dewasa, menyaksikan idola saya bermain untuk bendera mereka setiap musim panas di Euro dan di Piala Dunia,” tuturnya.

“Namun akhirnya dan di atas segalanya. Karena mencetak 111 gol untuk Portugal berarti 111 momen seperti yang kami alami hari ini di Algarve. Momen persatuan dunia dan kebahagiaan bagi jutaan dan jutaan warga Portugal di seluruh dunia. Bagi mereka, setiap pengorbanan sangat berharga,” ujarnya.

“Alasan lain bagi saya untuk menghargai pencapaian ini seperti yang saya lakukan sekarang, adalah karena Ali Daei telah menetapkan standar sedemikian tinggi. Dengan demikian pada titik tertentu, bahkan saya mulai berpikir bahwa saya mungkin tidak akan pernah bisa mengejarnya,” tuturnya.

“Selamat kepada ‘Shariar’ karena memegang rekor begitu lama. Dan terima kasih karena selalu menunjukkan rasa hormat kepada saya setiap kali saya mencetak gol dan saat saya menjadi semakin dekat dengan angkanya yang luar biasa,” ucapnya.

“Terima kasih Portugal. Terima kasih kepada semua rekan satu tim dan lawan saya karena membuat perjalanan ini begitu tak terlupakan. Mari terus bertemu di dalam lapangan di tahun-tahun mendatang. Saya belum menutup hitungan…” ujarnya. (Sandy AW)

 

Sandy AW

Redaktur Pelaksana Radar Tasikmalaya e-Paper

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!