Simeone Beberkan Alasan Tak Jabat Tangan Klopp

Diego Simeone membenarkan keputusannya untuk tidak berjabat tangan dengan Jurgen Klopp dengan menyoroti budaya yang kontras setelah Atletico Madrid dikalahkan 3-2 oleh Liverpool di Estadio Wanda Metropolitano, Rabu (20/10/2021) dini hari WIB.

Dua gol Antoine Griezmann membuat Atletico menyamakan kedudukan 2-2 sebelum pemain Prancis itu dikeluarkan pada babak kedua—pemain pinjaman menjadi pemain pertama dalam kompetisi yang mencetak dua gol plus dan diusir keluar lapangan pada pertandingan yang sama.

Mohamed Salah kemudian mengonversi dari titik penalti untuk mengembalikan keunggulan The Reds sebelum tim Simeone mendapat penalti pada masa tambahan waktu yang dibatalkan oleh VAR setelah Diogo Jota diduga mendorong Jose Gimenez.

Gol kemenangan penyerang Mesir itu membuat tim LaLiga itu kebobolan lebih dari dua kali dalam pertandingan kandang Liga Champions untuk pertama kalinya di bawah Simeone, terakhir kali terjadi saat melawan Porto pada 2009.

Setelah pertandingan, Simeone berlari ke terowongan saat dia menolak jabat tangan dengan Klopp usai pertandingan. Namun pelatih kepala Los Rojiblancos tersebut bersikeras tidak ada niat jahat dalam tindakan itu.

“Saya biasanya tidak menyapa setelah pertandingan,” katanya dikutip radarsports.id dari Livescore.

“Saya tidak menyukainya dan saya pikir itu tidak sehat karena akan selalu ada seseorang yang tidak puas dengan permainannya,” ujarnya.

“Mereka memiliki budaya yang berbeda, yang tidak saya bagikan. Jika saya melihat (Jurgen) Klopp sekarang, saya tidak masalah menyapanya,” tuturnya.

Klopp mengumpulkan kemenangan pertama Liverpool dalam lima upaya melawan Atletico di Liga Champions. Sementara kemenangan itu mengakhiri lima pertandingan tanpa kemenangan melawan tim Spanyol di kompetisi tersebut.

Keputusan Wasit Membingungkan

Namun, bek tengah Felipe kecewa setelah pertandingan saat dia menjelaskan kebingungannya dengan keputusan penalti yang dibatalkan, meskipun pemain berusia 32 tahun itu mengakui bahwa visinya terganggu setelah pengusiran Griezmann.

“Saya tidak tahu apa aturannya, tetapi bagi saya, itu jelas penalti,” kata Felipe kepada Movistar.

“Dia (wasit) pergi ke VAR untuk melihat, lalu dia pergi dan melihat lagi. Jelas dia ragu,” ucapnya.

“Sebaliknya (untuk penalti Liverpool), itu adalah keputusan yang sangat cepat. Kami harus berjuang sendiri, tetapi ini sedikit tidak adil,” ujarnya.

“Permainan (oleh Griezmann) adalah untuk kuning dan itu karena dia melihat bola dan mencoba mengendalikannya,” katanya. (Sandy AW)

Sandy AW

Redaktur Pelaksana Radar Tasikmalaya e-Paper

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!