Szczesny Tak Terima Juventus Babak Belur Dihajar Chelsea

Wojciech Szczesny mengatakan penampilan Juventus dalam kekalahan telak 4-0 di Liga Champions di tangan pemegang gelar Chelsea tidak dapat diterima.

The Blues melaju ke babak 16 besar dan menggeser Nyonya Tua, yang sudah lolos, di puncak Grup H dengan menghajar tim Massimiliano Allegri di Stamford Bridge pada Rabu (24/11/2021).

Trevoh Chalobah membuka skor di babak pertama dengan gol kontroversial setelah Antonio Rudiger terlihat menangani bola di kotak penalti.

Pemimpin Liga Premier membuat kerusuhan setelah jeda. Gol Reece James, Callum Hudson-Odoi dan Timo Werner yang luar biasa membuat Bianconeri mengalami kekalahan terbesar di Liga Champions.

Juventus tidak pernah kalah dengan selisih empat gol dalam kompetisi apa pun sejak mereka dikalahkan 4-0 oleh rival Serie A Roma pada Februari 2004.

Itu adalah malam yang sibuk bagi kiper Juventus Szczesny, yang menekankan bahwa raksasa Turin tidak boleh memikirkan malam yang menyakitkan di London.

“Kami rendah dan pasif. Ini kekalahan yang sulit dijelaskan. Tidak dapat diterima. Namun kami harus melupakannya dan melanjutkan. Sabtu (Minggu pukul 00.00 WIB) adalah pertandingan yang sulit melawan Atalanta,” katanya kepada Mediaset dikutip radarsports.id dari Livescore.

“Sangat penting untuk memiliki pertandingan segera (setelah kekalahan Chelsea). Jadi kami memiliki kesempatan untuk merespons. Setelah malam ini akan ada banyak kritik yang pantas dan pada Sabtu (Minggu pukul 00.00 WIB) kami harus merespons di lapangan,” tuturnya.

Szczesny melihat perbedaan yang jelas antara Bianconeri dan The Blues. “Kami melakukannya dengan sangat baik di pertandingan pertama (melawan Chelsea). Namun hari ini kami bermain di bawah level kami, mereka berada di level mereka dan kami melihat perbedaannya,” katanya.

Kekalahan Berat

Leonardo Bonucci mengatakan Juventus harus belajar dari ketertinggalan tim asuhan Thomas Tuchel, Chelsea.

“Ini kekalahan yang berat, tentu saja. Kami harus mengambil pelajaran bahwa melawan tim-tim ini Anda harus selalu melaju dengan kecepatan 1.000 kilometer per jam. Karena saat Anda memperlambatnya, mereka menghukum Anda,” kata kapten pengganti kepada Sky Sport Italia dan Sport Mediaset dilansir Livescore.

“Penting bagi kami untuk mengambil pelajaran dari pertandingan ini. Yaitu melawan tim-tim ini, Anda tidak dapat menurunkan intensitas atau konsentrasi sejenak,” tuturnya.

“Kami kebobolan gol pertama dari sepak pojok, itu mungkin handball. Kami seharusnya bisa mengontrolnya dengan lebih baik di babak kedua. Karena mereka menyebabkan banyak masalah bagi kami,” ujarnya. (Sandy AW)

Sandy AW

Editor in Chief