Verona 2 vs 1 Juventus: Allegri Sadar Nyonya Tua Adalah Tim Papan Tengah

VERONA – Massimiliano Allegri memperingatkan Juventus harus menerima kenyataan bahwa mereka saat ini tidak lebih baik dari Hellas Verona dan harus mendapatkan kembali kerendahan hatinya untuk bertarung demi setiap poin.

Bianconeri mengalami kekalahan mengejutkan 2-1 lainnya, kali ini di Stadio M. A. Bentegodi, Sabtu (30/10/2021) malam WIB, setelah kalah tengah pekan dari Sassuolo, meraih satu poin dari tiga laga terakhir.

Nyonya Tua sudah terpaut 13 poin dari pemuncak klasemen menjelang akhir pekan ini dan kini bersaing 15 poin dengan Verona, yang unggul selisih gol dari Nyonya Tua.

“Kata-kata tidak ada artinya sekarang. Kami berada dalam situasi yang buruk. Kami harus menerima kenyataan bahwa saat ini kami adalah tim papan tengah. Kami bisa keluar dari situasi ini dengan sedikit determinasi dan kualitas,” kata Allegri kepada DAZN dikutip radarsports.id dari Livescore.

Pelatih Italia itu menyatakan para pemain Juve harus menyeret diri mereka sendiri untuk keluar dari situasi ini. “Tidak ada gunanya mengasihani diri sendiri. Itu tidak akan membantu. Kami hanya perlu fokus pada apa yang perlu kami lakukan dan kemudian semuanya akan beres dengan sendirinya,” tuturnya.

Penghitungan Terburuk

Juventus telah kebobolan 15 gol setelah 11 laga, penghitungan terburuk mereka sejak 1961-62, dan hanya mencetak 15 dengan 15 poin yang diperoleh.

“Ini adalah skuad yang bagus. Namun hal-hal tidak selalu berjalan sesuai keinginan Anda dalam sepak bola. Kami harus bereaksi dengan bangga dan tekad. Kami harus bermain seperti tim yang memiliki satu poin, dan kami melakukannya. Sekarang kami harus bermain seperti tim yang memiliki 15 poin,” ujarnya.

“Kami menyadari Verona akan membuatnya menjadi fisik dan pertempuran untuk setiap bola. Jadi jika Anda tidak bertemu mereka di level itu, Anda akan kalah,” katanya.

“Mengenakan jersei Juventus tidak memberi kami jaminan bahwa kami harus mengalahkan tim di papan tengah. Kami harus mendapatkan setiap poin dan melakukannya dengan sikap yang benar,” tuturnya.

“Sepak bola adalah sepak bola. Itu bukan anggar. Anda harus bertarung di lapangan dengan level yang sama. Kami juga kehilangan banyak tekel dan duel udara melawan Sassuolo, dan sejujurnya mereka bukan tim yang sangat mengandalkan fisik,” ucapnya.

“Verona tahu bahwa mereka harus bermain untuk mengalahkan Juventus. Kesalahan kami adalah menganggap kami lebih baik dari Verona, dan saat ini kami tidak. Kami harus realistis,” katanya.

Kerendahan Hati dan Arogansi

Allegri sangat terpukul dengan masalah kerendahan hati dan arogansi, melihat timnya terlalu meremehkan setelah serangkaian kemenangan 1-0.

“Tidak ada tim besar yang pernah menang tanpa menghormati lawan mereka. Kami tidak memiliki keinginan untuk bertarung habis-habisan, karena permainan adalah pertempuran,” tuturnya.

“Tidak ada yang bisa kami katakan sekarang. Kami hanya perlu diam dan bekerja keras untuk membuktikan diri di lapangan. Scudetto? Nah hari ini hampir merupakan langkah terakhir untuk itu,” ujarnya.

Frustrasi Allegri di pinggir lapangan terlihat jelas, terutama ketika di menit-menit terakhir dia melepas mantelnya dan melemparkannya ke tanah, sebuah gambar yang terkenal terlihat saat melawan Carpi bertahun-tahun lalu.

“Ini bukan motivasi, hanya saja kesempatan pertama kami kebobolan, bola masuk. Itu bukan kebetulan. Ini tentang sikap dan kami harus kembali ke sikap yang kami miliki di awal musim,” tuturnya.

“Pada saat ini, semuanya terlihat negatif. Namun kami harus berpikiran jernih, menganalisis apa yang berhasil dan apa yang tidak, melihat siapa yang kurang lebih lelah dan dapat membantu,” katanya. (Sandy AW)

Baca Juga:

Igor Tudor: Ini Bukan Juventus Saya, Ini Verona Saya!

Sandy AW

Redaktur Pelaksana Radar Tasikmalaya e-Paper

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!