Legenda AC Milan Setuju Usulan Collina tentang Perubahan Aturan Penalti: Ini Akan Jadi Duel Kiper dan Striker

Giovanni Galli
Giovanni Galli Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

RADARSPORT.ID – Penjaga gawang legendaris AC Milan, Giovanni Galli, menyatakan dukungannya terhadap usulan mantan wasit top dunia, Pierluigi Collina, terkait perubahan aturan tendangan penalti.

Galli menilai usulan tersebut akan mengubah penalti menjadi duel murni antara kiper dan penyerang.

Sebelumnya, Collina, yang kini menjabat sebagai Presiden Komisi Wasit FIFA, mengusulkan perubahan aturan tendangan penalti dalam sebuah wawancara dengan La Repubblica.

Baca Juga:Pelatih Porto Bangga Menghadapi Ranieri: "Saya Menontonnya di TV Saat Berusia 12 Tahun"Arrigo Sacchi Ramal Inter Milan Akan Berada di Puncak Klasemen dalam Sebulan ke Depan

Ia menyarankan agar penendang tidak boleh memanfaatkan bola rebound setelah eksekusi penalti.

“Salah satu solusinya adalah menerapkan aturan satu tendangan saja, seperti dalam adu penalti setelah perpanjangan waktu. Tidak ada kesempatan untuk rebound—bola masuk berarti gol. Jika tidak, permainan dilanjutkan dengan tendangan gawang,” kata Collina.

Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari Galli yang menganggap aturan ini akan mengembalikan esensi penalti sebagai pertarungan satu lawan satu antara penyerang dan kiper, tanpa adanya keuntungan tambahan dari bola pantul.

“Penalti adalah duel antara penyerang dan penjaga gawang, tanpa gangguan dari pemain lain. Anda mencetak gol atau kiper melakukan penyelamatan—sesederhana itu. Tidak ada filosofi rumit di baliknya,” ujar Galli.

Galli juga mengakui bahwa jika aturan ini diberlakukan pada masa aktifnya, ia mungkin akan mengakhiri karier dengan jumlah kebobolan yang lebih sedikit.

“Jika aturan ini berlaku saat saya bermain dulu, saya mungkin akan kebobolan lebih sedikit. Saya berharap aturan ini disahkan karena bisa membantu kiper muda meraih kepuasan lebih saat menghadapi penalti,” tambahnya.

Lebih lanjut, Galli menjelaskan betapa sulitnya bagi seorang kiper untuk mengantisipasi bola pantul atau rebound setelah menepis tendangan penalti.

Baca Juga:Juventus Tekuk PSV 2-1: Samuel Mbangula Jadi Pencetak Gol Termuda dalam Sejarah Nyonya TuaJelang Laga Feyenoord vs AC Milan, Tijjani Reijnders Ingat Pesan Ayahnya: "Beliau Meminta Saya Bersikap Rendah

“Sejak awal, kiper sudah menghadapi tantangan besar karena harus menutupi area yang luas. Setelah melakukan penyelamatan, dia harus segera bereaksi terhadap bola pantul—itu sangat sulit,” jelasnya.

“Kiper harus menganalisis banyak hal dalam waktu singkat: arah bola, kecepatan tembakan, dan sudut tembakan. Menuntut mereka untuk mengantisipasi rebound juga adalah beban tambahan yang berat,” tambah Galli.

0 Komentar