“Saya mungkin akan memposting ulang salah satu postingan lama saya. Juventus telah melakukan kampanye transfer yang buruk selama bertahun-tahun, dan hari ini terbukti. Kami kesulitan di liga, apalagi di Liga Champions,” tulisnya.
Ia juga menyoroti minimnya kedalaman skuad dan ketergantungan tim pada Kenan Yildiz.
“Kita tidak punya striker murni, bek kita terbatas. Jika pelatih kehilangan pemain kunci seperti Bremer dan harus menarik Cambiaso karena kartu kuning, sulit membangun pertahanan solid,” tuturnya.
Baca Juga:Tonali Yakin Italia Bisa Singkirkan Jerman: “Pertandingan Belum Berakhir Malam Ini”Calhanoglu Rayu Arda Guler Gabung Inter Milan: “Semua Orang Menginginkan Pemain Berkualitas”
“Saya ulangi: Anda tidak bisa hanya mengandalkan keajaiban Yildiz saja,” pungkasnya.
Leg kedua akan digelar di Stadion Turin pada Rabu, 25 Februari dan Juventus dipastikan tanpa Cambiaso dan Cabal yang terkena sanksi.
Tantangannya kian berat, karena tiket babak 16 besar akan mempertemukan pemenang laga ini dengan Liverpool atau Tottenham. Undian dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 27 Februari.
Dengan defisit tiga gol dan kondisi skuad yang pincang, Juventus butuh lebih dari sekadar keajaiban untuk membalikkan keadaan.
Jika tidak, mimpi mereka di Eropa musim ini bisa berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan.
