RADARSPORTS.ID – Masalah kesehatan pria masih sering dianggap tabu untuk dibicarakan secara terbuka, termasuk gangguan ereksi. Padahal, berkonsultasi ke Klinik Andrologi sejak awal dapat membantu pria memahami penyebab kondisi yang dialami sekaligus mendapatkan penanganan yang tepat.
Pemeriksaan bersama Spesialis Andrologi juga penting dilakukan karena gangguan ereksi tidak selalu berkaitan dengan faktor usia, tetapi bisa dipengaruhi kondisi kesehatan maupun gaya hidup sehari-hari.
Disfungsi ereksi adalah kondisi ketika pria mengalami kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk berhubungan seksual.
Gangguan ini dapat terjadi sesekali maupun berlangsung dalam jangka panjang.
Baca Juga:Bisa Pre Order di Blibli, Ini Kelebihan Galaxy AI Generasi ke-3 di Galaxy S26 Series6 Tim Nasional dengan Jersey Paling Menarik di Piala Dunia 2026
Banyak pria merasa malu untuk memeriksakan diri sehingga memilih memendam keluhan atau mencoba pengobatan tanpa pengawasan medis.
Padahal, disfungsi ereksi termasuk masalah kesehatan yang cukup umum terjadi dan dapat dialami pria di berbagai usia.
Kondisi ini bukan hanya berdampak pada kehidupan seksual, tetapi juga dapat memengaruhi rasa percaya diri, hubungan dengan pasangan, hingga kesehatan mental seseorang.
Menurut dr Christian Christopher Sunnu SpAnd, disfungsi ereksi pada dasarnya bisa ditangani selama penyebab utamanya diketahui melalui pemeriksaan medis yang tepat.
“Banyak pasien mengira disfungsi ereksi selalu permanen, padahal sebagian besar kasus dapat diperbaiki jika penyebabnya diketahui lebih awal. Karena itu, pemeriksaan menyeluruh sangat penting agar terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi pasien,” jelas dr Christian Christopher Sunnu SpAnd.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa disfungsi ereksi bukan kondisi yang sebaiknya diabaikan.
Semakin cepat ditangani, peluang keberhasilan terapi juga cenderung lebih baik.
Penyebab disfungsi ereksi sendiri cukup beragam.
Pada sebagian pria, kondisi ini berkaitan dengan faktor fisik seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, hingga gangguan hormon testosteron.
Baca Juga:Barcelona Kejar Talenta Muda Belanda, Ruud Nijstad Jadi Target TerbaruJelang Pertarungan Liga Champions, Jose Mourinho Hormati Sang Murid yang Kini Melatih Real Madrid
Penyakit-penyakit tersebut dapat mengganggu aliran darah ke penis sehingga ereksi menjadi sulit terjadi secara optimal.
Selain faktor fisik, kondisi psikologis juga memiliki pengaruh besar terhadap fungsi seksual pria.
Stres berkepanjangan, kecemasan, tekanan pekerjaan, hingga masalah hubungan dengan pasangan dapat memicu atau memperburuk gangguan ereksi.
Tidak jarang, pria usia muda mengalami disfungsi ereksi akibat kombinasi faktor mental dan gaya hidup yang kurang sehat.
