Ferdinand Sarankan Solskjaer Tinggalkan Manchester United

Mantan bek Manchester United Rio Ferdinand menyarankan manajer Setan Merah Ole Gunnar Solskjaer menyerahkan tongkat estafet dan meninggalkan Old Trafford.

Solskjaer berada di bawah tekanan yang meningkat setelah United dikalahkan 2-0 oleh tetangganya Manchester City dalam derbi Liga Premier, Sabtu, setelah dipermalukan 5-0 di tangan Liverpool bulan lalu.

United telah menelan empat kekalahan dari enam pertandingan terakhirnya. Setan Merah sudah terpaut sembilan poin dari pemimpin klasemen Chelsea menuju jeda internasional.

Solskjaer belum memberikan gelar sejak dia menjadi manajer permanen United pada Maret 2019 dan mantan rekan setimnya Ferdinand percaya sudah waktunya bagi pelatih Norwegia untuk pindah.

“Kami memulai musim ini dengan harapan seperti itu (gelar). Namun juga jendela transfer yang kami miliki, kegembiraan, kami semua duduk di sana dan mengatakan ‘inilah waktu kami sekarang’,” ujar Ferdinand—yang memenangkan enam trofi Liga Premier dan Liga Champions selama waktunya di United—di podcast Five with Vibe-nya dikutip radarsports.id dari Livescore, Selasa (9/11/2021).

“Ole didatangkan untuk membawa kami ke titik itu (gelar). Dia didatangkan untuk membuat skuad tetap utuh, memasukkan para pemain untuk membuat kami menantang liga,” tuturnya.

“Saya duduk di sini sekarang dan saya tidak berpikir kami bisa menantang liga ini. Saya melihat tim kami setiap minggu bertanya-tanya apa yang akan kami lakukan secara taktis?” katanya.

“Saya tidak melihat filosofi atau identitas apa pun dalam cara bermain Manchester United, apa pun yang seharusnya dari manajemen. Saya duduk di sini menatap bingung pada tim,” ujarnya.

“Saya selalu merasa sedikit skeptis, bisakah dia membawa kami menjadi juara? Saya tidak sepenuhnya yakin. Saya tidak yakin dia bisa melakukan itu,” tuturnya.

“Namun pertunjukan dengan skuad yang dia kumpulkan, hingga awal musim ini dan apa yang telah saya lihat musim ini, saya hanya merasa mungkin sekarang saatnya untuk menyerahkan tongkat estafet kepada orang lain yang dapat mengambil alih kami sekarang,” ucapnya.

“Dan saya pikir Ole akan pergi sekarang dengan kepala tegak karena, sejak dia datang ke tempat dia membawa kami di awal musim, saya pikir itu positif,” katanya.

United kini tanpa clean sheet dalam 14 pertandingan kandang terakhir mereka di semua kompetisi. Mereka hanya mencatatkan satu rekor lagi sepanjang sejarah tanpa clean sheet kandang, 21 pertandingan antara April 1958 dan Maret 1959.

United asuhan Solskjaer menelan delapan kekalahan kandang di semua kompetisi pada 2021, terbanyak dalam satu tahun kalender sejak kalah delapan kali pada 1989.

United telah kebobolan 11 gol kandang Liga Premier dalam enam pertandingan di Old Trafford musim ini, terbanyak mereka dalam enam pertandingan liga kandang pertama mereka dalam satu musim sejak 1976-77 (juga 11).

Sementara itu, United hanya meraih delapan poin dalam sembilan pertandingan kandang terakhir mereka di Liga Inggris (menang 2, seri 2, kalah 5) dan kalah beruntun di liga kandang tanpa mencetak gol untuk pertama kalinya sejak Maret 2014, ketika kekalahan itu juga datang melawan Liverpool diikuti oleh City. (Sandy AW)

Sandy AW

Redaktur Pelaksana Radar Tasikmalaya e-Paper

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!