Maguire Takjub dengan Keganasan Kepala Ronaldo

Harry Maguire menegaskan Manchester United layak menang setelah bangkit dari ketinggalan 2-0 untuk mengalahkan Atalanta 3-2, Kamis (21/10/2021) dini hari WIB.

Tim kecil Bergamo memimpin 2-0 di Old Trafford melalui jeda dengan gol-gol dari Mario Pasalic dan Merih Demiral.

Namun, krisis cedera semakin parah ketika Demiral juga tertatih-tatih, hanya menyisakan satu bek pilihan pertama.

Manchester United mengerahkan semua sumber daya mereka ke depan, termasuk Paul Pogba dan Jadon Sancho dari bangku cadangan, untuk membalikkan keadaan melalui Marcus Rashford, Maguire, dan sundulan Cristiano Ronaldo.

“Babak pertama kami kebobolan dua gol buruk. Dua momen besar dalam pertandingan,” kata Maguire kepada BT Sport dikutip radarsports.id dari Football Italia.

“Untuk yang pertama mereka menangkap kami dan kemudian yang kedua adalah set-play yang seharusnya tidak (membuat) kami kebobolan,” tuturnya.

“Kami menciptakan banyak peluang di babak pertama sehingga kami tahu di babak pertama bahwa gol berikutnya akan sangat penting. Kami mendapat gol yang kami butuhkan dan pantas kami dapatkan dan saya pikir kami pantas menang pada akhirnya. Ya, kami membuatnya sulit tetapi pada akhirnya itu adalah kemenangan yang luar biasa,” ujarnya.

Sekali lagi, setelah gol melawan Villarreal, Cristiano Ronaldo muncul dengan sundulan kemenangan di menit akhir.

“Saya memperhatikannya dari segala arah. Saya berada tepat di belakangnya. Lompatannya, waktunya, sempurna tepat di sudut. Kami melihatnya hari demi hari dalam latihan dan dalam gol yang telah dia cetak sepanjang kariernya. Dia telah membuat gol besar bagi kami lagi di Liga Champions,” ucapnya.

Gol Maguire datang setelah Remo Freuler gagal memotong umpan silang Bruno Fernandes dan itu berpihak padanya.

“Biasanya dengan kepalaku. Saya belum berhasil melepaskannya. Ini adalah gol pertama saya musim ini dan Liga Champions. Momen yang membanggakan bersama keluarga saya di sini,” katanya.

“Kami tertinggal dua gol dan kami perlu mempertajam itu. Namun kami punya banyak peluang. Saya pikir Marcus (Rashford) memiliki dua peluang satu lawan satu di babak pertama,” ujarnya.

“Kami bekerja keras untuk menjadi lebih solid tetapi ini tentang kemenangan dan tiga atau empat pertandingan terakhir kami kebobolan terlalu banyak bola mati. Ini adalah margin yang bagus tetapi kami perlu melakukan yang lebih baik. Kami menunjukkan kebersamaan yang luar biasa,” tuturnya.

“Kami mendapat tepuk tangan di babak pertama oleh beberapa penggemar ini dan mereka memberi kami kepercayaan yang kami butuhkan,” ucapnya.

Memang benar bahwa beberapa penggemar bertepuk tangan, tetapi Manchester United juga menerima ejekan yang adil di Old Trafford ketika tertinggal 2-0 saat istirahat. (Sandy AW)

Sandy AW

Redaktur Pelaksana Radar Tasikmalaya e-Paper

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!